Bukan Adam dan Hawa

Bukan Adam dan Hawa

by Arifin Narendra Putra

  4 Likes

full version available

Senja masih menyinari sebagian besar rumah, lewat jendela yang setengah terbuka ia masuk tanpa permisi dan mulai menerangi meja kerjaku, ruangan tempatku untuk mengeluarkan semua perasaan dan semua rasa gelisah. Tak ada senja yang tak indah. Aku menyukai senja lebih dari apa pun. Kau melihatku tapi aku tak pernah berani untuk menatapmu. Aku bersembunyi di balik tembok-tembok kantin, berusaha untuk tak melihatmu. Permasalahannya adalah setiap kau melihatku, debar jantungku berdetak lebih cepat, aneh.

http://bookslife.co//img/user_picture/_thumb41.jpg

Arifin Narendra Putra

other part