Duapuluh Puisi Cinta dan Satu Nyanyian Putus Asa

Duapuluh Puisi Cinta dan Satu Nyanyian Putus Asa

by Bajang

  2 Likes

full version available

Malam ini aku baru saja menulis puisi yang paling sedih. Aku pernah mencintainya, dan kadang dia pun pernah mencintaiku juga. Di malam-malam seperti ini dulu, kurangkul dia dalam pelukanku. Kuciumi berkali-kali di bawah langit yang tak terbatas. DIa pernah mencintaiku, kadang-kadang aku pun mencintainya. Bagaimana mungkin tidak mencintai matanya yang indah dan tenang itu. Malam ini aku bisa saja menulis puisi yang paling sedih. Karena aku tak lagi memilikinya. Karena aku telah kehilangan dia. Malam begitu mencekam, tambah mencekam tanpa dirinya. Dan puisi masuk ke dalam jiwa seperti embun ke rumputan.

http://graph.facebook.com/10211478901621610/picture?type=large

Bajang

other part