Kidung Kinanti

Kidung Kinanti

by Momo DM

  0 Likes

full version available

Mengisahkan tentang Arion Anubhawa, mahasiswa tingkat empat di universitas negeri kota Mataram berusia 21 tahun. Cowok perokok berat ini sangat dekat dengan ibunya yang tinggal di Jawa. Dia sengaja memilih indekos bersama profesional muda agar fokus kuliah. Penyuka bir ini juga suka menulis puisi. Bahkan telah memiliki buku kumpulan puisi yang diterbitkan lewat jalur self-publishing. Dari hobinya itu, dia mengajak tiga orang teman sekelasnya, Raditya Pradana, Romy Hambali, dan Lalu Ahmad Junaidi untuk membentuk grup musikalisasi puisi. Grup itu sering mengisi acara-acara kampus dan kafe. Menulis puisi bagi Arion sebenarnya bukanlah sekadar hobi. Hal itu juga menjadi sarana untuk mengungkapkan perasaannya pada seorang teman sekelasnya, Kinanti Maharani Savitri. Kedekatannya dengan Kinanti berawal dari kesamaan hobi, menanam kembang kertas yang akhirnya berkembang menjadi usaha jual bungaPerlahan kedekatan itu tumbuh menjadi suka dan berkembang menjadi cinta, tanpa disadari. Padahal saat itu, Arion sudah memiliki kekasih, Aryati Laksmi Satiti, seorang model. Aryati sama sekali tidak curiga dengan kedekatan mereka berdua. Dia percaya antara Arion dan Kinanti hanya sebatas teman kuliah saja. Salah. Arion menganggap lebih dari itu, sehingga dia tidak mengalami kekecewaan mendalam ketika Aryati memutuskan ikut orang tuanya pindah ke Jakarta dan merintis karirnya sebagai model. Cintanya pada Kinanti semakin besar. Hanya saja tidak pernah diungkapkan secara lisan. Pun Kinanti yang sebenarnya juga menyimpan rasa padanya. Ada beberapa hal yang menyebabkan mereka hanya bisa menyimpan perasaan masing-masing. Arion memiliki ketakutan pada penolakan. Trauma atas penolakan yang dilakukan oleh ibunya terhadap ayahnyalah penyebabnya. Penyebab lainnya adalah kedekatan Kinanti dengan seorang kutu buku yang juga teman sekelas mereka, Adrian Lesmana. Kedekatan Kinanti dengan Adrian disebabkan karena keduanya memiliki kesamaan, tidak percaya diri bergaul dengan yang lain. Saat sinusnya kambuh, Kinanti seringkali bersin-bersin. Di mana pun dan kapan pun. Hal itu membuatnya agak menutup diri dari pergaulan dan juga menjadi alasan menjauhi Arion yang seorang perokok berat. Asap rokok Arion adalah pemicu kambuhnya sinus yang dideritanya. Sementara Adrian sendiri, adalah seorang kutu buku yang introvert sejak mengalami kejadian buruk, menjadi korban olok-olokan teman-temannya hanya karena terlahir gagap. Dia pun menutup diri dari pergaulan teman di kampusnya. Dia lebih fokus pada Kinanti dan mengurus ibunya yang sakit. Selain itu, dia juga mengelola toko buku besar milik ibunya, khusus menjual buku-buku edisi lama dan langka. Dia dan Kinanti hanya berteman dengan Arion dan teman grup musikalisasi puisinya karena sering menonton penampilan mereka di kafe Koh Liem, ayah Kinanti, setiap malam Minggu. Hanya saja, Kinanti tidak se-introvert Adrian. Dia masih membuka diri untuk pergaulan di luar kampus. Kinanti memiliki teman dekat lain, anak Ibu Indekos Arion, Sally Margaretha. Pertemanan terjadi karena awalnya Kinanti sering bermain-main ke indekos Arion. Kesamaan pengalaman cinta, membuatnya dekat dan sering berbagi cerita. Keduanya sama-sama malu dan takut dicap sebagai perempuan tak tahu malu karena mengungkapkan perasaan pada orang yang dicintainya lebih dulu. Dari kedekatan dengan perempuan single berusia 30 tahun itu, Kinanti belajar memendam perasaannya pada Arion. Menunggu Arion mengungkapkannya lewat lisan dan bukan sekadar tulisan dalam buku kumpulan puisinya. Sementara baginya, kedekatan dengan Adrian hanya tentang persamaan nasib saja. Adrian salah mengartikannya. Dengan dukungan ibunya, dia telah dua kali melamar Kinanti. Gagal. Kinanti selalu punya alasan. Salah satu alasan yang akhirnya disadari Adrian, Kinanti mencintai cowok lain, Arion. Rasa cinta yang terpendam selalu dia ceritakan pada teman dekat indekosnya, Randy Pratama, seorang bankir berusia 49 tahun . Seorang duda yang ditinggal mati anak dan istrinya memiliki permasalahan yang sama, memendam cinta. Bedanya diam-diam dia mencintai Sally. Dia tidak mau mengungkapkannya karena dia sangat anti asap rokok. Sementara Sally adalah perokok berat. Bahkan sering berbagi rokok dengan Arion. Pada diri Randy, Arion menemukan sosok seorang ayah. Dia menemukan kembali cinta ayahnya yang meninggal dunia setahun sebelumnya. Di sisi lain, Sally juga mencintai Randy. Tanpa sepengetahuannya, salah seorang teman Arion, Raditya Dewanata seorang mahasiswa dari Jakarta, juga mencintainya. Arion menjadi penengah ketiganya. Melupakan sejenak hatinya dan membantu ketiganya untuk menyelesaikan permasalahan mereka. Berhasil. Permasalahan Arion sendiri mulai bertambah ketika dia mendapat kabar tentang kondisi kesehatan ibunya. Permasalahan lain muncul ketika dia memutuskan kontrak dengan kafe milik Koh Liem karena dia tidak sanggup melihat kebersamaan Kinanti dengan Adrian setiap dia tampil mengisi acara. Hal itu membuat Koh Liem meminta Arion untuk mengembalikan setengah nilai kontrak sesuai kesepakatan. Arion bingung. Dia tidak berani meminta pada ibunya. Dia tahu, penghasilan kios bunga yang dikelola kakaknya di rumah hanya cukup untuk biaya pengobatan ibunya yang sedang rawat jalan. Sementara uang kontrak sebelumnya telah dibagi dan sebagiannya digunakan sebagai tambahan modal untuk usaha jual bunga yang disilangkannya. Tanpa sepengetahuannya, teman-temannya menyiapkan rencana membantunya. Arion pun memutuskan keluar grup. Salah satu anggotanya, Romy Hambali, bahkan memutuskan pulang kampung. Radit menyalahkan dirinya atas semua yang terjadi. Dia juga semakin tertekan dengan perasaan terpendamnya pada Kinanti. Hal ini diperparah dengan kondisi ibunya yang semakin memburuk. Dia akhirnya berusaha melonggarkan tekanan dalam hati pada laut berbukit karang dalam bentuk monolog. “Laut! Ambil aku sekarang! Apa kau tuli? Jawab aku! Jawab aku…!” Selama waktu tertentu perlahan Arion pun menyadari permasalahan harus diselesaikan, bukan dihindari. Dia memupus keegoisannya dan berusaha berani mengungkapkan perasaannya pada Kinanti. Dia tidak ingin terlambat dan akhirnya terluka seperti Raditya setelah Sally menerima syarat Randy dan memutuskan untuk bersama. Dia mengawali niatnya dengan menemui Adrian. Adrian yang tahu kalau Kinanti mencintai Arion, menyambutnya dengan baik. Dia bahkan mengajak Arion menyusun sebuah rencana. Di sebuah tempat yang dijanjikan, dia ingin melamar Kinanti lagi di depan Arion. Dia hanya ingin memastikan di depan matanya sendiri, bahwa Kinanti memang tidak mencintainya, tetapi Arion. Waktu yang telah dijanjikan pun tiba. Di suatu tempat, mereka bertiga bertemu. Adrian melamar Kinanti di depan Arion. Kinanti tidak serta-merta menerima. Sesuai rencana, Arion menyatakan isi hatinya lewat selembar puisi berjudul ‘Setangkai Kembang Kertas’. “Ar… Aku ingin menyelesaikan membaca puisimu nanti di suatu waktu. Saat semua telah menjanjikan kepastian kebahagiaan masa depan. Di depan orang tua kita, papaku dan juga ibumu. Mau?” Mendengar perkataan Kinanti itu, Adrian menyadari satu hal. Kinanti memang benar-benar mencintai Arion, bukan dirinya. Dia pun menyerah dan pergi. Sementara Arion menyetujui permintaan Kinanti. Setelahnya, dia bergegas menuntaskan rindu pada ibunya, di atas pusara.

http://bookslife.co//img/user_picture/_thumb75.jpg

Momo DM

other part