Kumis Penyaring Kopi

Kumis Penyaring Kopi

by Datuk

  2 Likes

full version available

Sekali lagi, ia kembali menghirup bau kopi yang sangat tajam. Sepertinya angin lembah membawa wangi itu ke hidungnya yang mancung. Ia ikuti bau kopi itu ke dalam pondok. Dipandangnya langit-langit pondok yang sepejangkauan. Kepalanya tengadah ke atas, kemudian ia angkat tangan kanannya, lambat, ada keraguan menyelinap dalam dirinya. Tangan itu berhenti di bawah tudung, belum ia sentuh. Diturunkan tangan itu kembali.

Datuk

other part